Parenting

Cegah dan Kontrol Hipertensi

originals.id – Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah yang meningkat secara kronis. Ini lantaran jantung bekerja lebih keras memompa darah demi memenuhi kebutuhan oksigen dan gizi. Usia penderita hipertensi umumnya 35—55 tahun. Jika dilihat secara etnis, etnis Amerika keturunan Afrika menempati risiko tertinggi. Sedangkan dari faktor keturunan, 30—60% kasus hipertensi diturunkan secara genetis. Gaya hidup juga menyumbang penyebab tertinggi penyakit ini. Kebiasaan makan tinggi garam, misal, dapat meningkatkan tekanan darah seiring dengan bertambahnya usia.

Begitu juga dengan obesitas dan merokok. Penyakit seperti diabetes juga cenderung meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah dua kali lipat. Di Indonesia, menurut data Riskesdas 2007, pasien hipertensi yang sudah tertangani (dengan minum obat) masih tergolong rendah, yaitu 24,2%. Ini artinya 75,8% kasus hipertensi belum terjangkau pelayanan kesehatan. Bahkan ada dugaan baru sekitar 18% penderita hipertensi yang telah benar-benar terdiagnosis.

Inilah yang menjadi latar belakang pertemuan ilmiah; Optimizing Hypertension Management in Primary and Referral Care for Morbidity and Mortality Reduction, di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta beberapa waktu lalu. Seperti diungkapkan oleh dr. Nani Hersunarti, SpJP, FIHA, pertemuan ilmiah ini diharapkan dapat memberikan input pada tata laksana hipertensi era JKN.

Saran Nani karena hipertensi merupakan the sillent killer, lakukan upaya mengontrol tekanan darah, khususnya bagi mereka yang berisiko, tak terkecuali bagi yang sehat. Hal senada diutarakan Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer, Guru Besar Departemen Penyakit Dalam FKUI. Menurutnya, hipertensi dapat menyebabkan gagal organ; mata, jantung, stroke, dan ginjal.