Kota Bersejarah Melaka
Berita

Napak Tilas di Kota Bersejarah Melaka

Kampung Segala Bangsa mungkin itulah kalimat yang paling pas untuk menggambarkan kota tua Melaka. Kota yang pernah jadi magnet perdagangan dunia di masa lalu. Wajah multikultural itu tersuguh dari peninggalan kuno yang masih terpelihara hingga kini. UNESCO telah mensahkannya sebagai Kota Warisan Dunia.

Dari terminal antar kota Melaka Sentral saya meluncur ke kota tua Melaka menggunakan bis kota sesuai saran buku panduan lonely planet. Tarifnya hanya 1 ringgit 50 sen. Jauh lebih hemat ketimbang taksi yang biasanya mengutip 15-20 ringgit untuk jarak sekitar 6 kilometer itu. Jalanan lengang berikut bangunan modern menjadi tontonan dari balik jendela bis nyaman berpendingin ini.

Perlahan pemandangan itu bertransformasi menjadi gedung gedung lawas saat bis mendekati kawasan kota tua. Memasuki Jalan Laksamana yang paralel dengan kanal, bis penuh penumpang ini perlahan merayap mengikuti lebar jalan yang menyempit. Meski dialirkan satu arah ruas selebar 7 meter ini terbilang padat. Bis-bis wisata, mobil dan sepeda motor mengantri di jalanan lawas berlapis susunan paving block ini. Sedikit tersendat namun tetap tertib.

Tak ada gerutu karena saya justru menikmati sajian mengagumkan di depan mata. Jejeran bangunan rumah toko dua lantai bercat merah terakota di kiri kanan jalan seolah menyambut dari masa lalu. Tembok-tembok bisu seperti menjadi dinding lorong waktu yang membawa saya menuju ke abad ke 16 dan 17.

Bangunan tua di tempat ini masih berdiri kokoh hingga sekarang, bahkan pemerintah setempat merawat bangungan bersejarah ini dengan baik. Semua bangunan bersejarah ini mempunyai arsitektur dengan bangunan bersejarah di Indonesia. Sebab, Melaka juga pernah di jajah oleh Belanda.

Bangunan tua disini tidak dibirkan kosong, semuanya di manfaat untuk segela macam kegiatan. Ada yang di jadikan kantor ada pula yang di jadikan toko oleh-oleh khas Melaka. Bahkan ada beberapa bangunan di bagian sampingnya terdapat genset besar berkapasitas lebih dari 15 kva. Saya yakin di wilayah ini masih sering mati listrik, sehingga disediakanlah genset.

Tidak berbeda jauh dengan wilayah Indonesia yan sering mati listrik, rata-rata penduduknya memiliki genset khusus. Saat mati listrik genset sangat berguna, karena dapat memberikan pasokan listrik pengganti dari pusat. Dengan tersedianya listrik cadangan disaat listrik pusat bermasalah, kita tetap bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.

Salah satu merek genset yang bisa menjadi andalan untuk situasi tersebut adalah Yanmar genset kapasitas 8 hingga 60 KVA. Mesin diesel penghasil listrik buatan Jepang ini sudah dikenal dengan kehandalan performanya.